Wednesday, November 24, 2010

mengingatnya...membutakan

Tugas tugas yang menderaku membuatku seperti mati
tidak ada kesempatan untuk bisa keluar
Lilitan nominal yang sepertinya tak berujung
yang membuatku tidak berdaya dalam memikirkan target berikutnya
Tahun 2010 sebagai tahun yang sangat buruk dalam masalah ini
tidak sedikitpun waktu yang tersisa untuk mencari

dan akhirnya kembali terjembab dalam masa lalu
mengingatnya dalam kehampaan dan kenihilan
mengenangnya dalam kebohongan dan kesia-siaan
melihatnya dalam mimpi yang bak hantu

dia yang seharusnya terhempas
dia yang seharusnya disappear
dia yang seharusnya mati
dia yang seharusnya tidak kuingat lagi

seperti tampil bak pahlawan dalam masa-masa sulitku
dalam masa-masa tanpa ampun dengan candu ilmu
dalam masa-masa terhimpit oleh finansial yang dikeruk dunia kapitalis
dalam masa-masa semua eforia mudaku berlalu

dan akhirnya
mimpi itu semakin menjadi-jadi
menggaruk setiap detik kosentrasiku
dia
seperti menunggu kehampaan
seperti menunggu kekosongan


tapi semua itu datang secara periodik
entalah
apapun pertanda itu kuyakin
mengenangnya akan membutakan jalan
untuk mencari jalan baru

dan saatnya ...............
go to the hell my past

Tuesday, November 23, 2010

inter kalah lagi

Kekalahan Inter Milan dengan Chievo Verona
diprediksi akan menjadi pertanda buruk bahwa musim ini bakal gagal
sangat ironis dengan musim lalu
mudah2n Mr.Rava banyak belajar dari kekalahan ini
Ayo Inter
********************************************************************************
Kalah, Inter Pasang Alarm
Andi Abdullah Sururi - detiksport


(AFP/Olivier Morin)

Inter Tercecer
Verona - Juara bertahan dan peraih tiga gelar musim lalu Inter Milan boleh pasang alarm terkait performanya saat ini. Untuk keempat kalinya berturut-turut mereka tak menang dan bahkan kalah dari Chievo.

Pada pertandingan terakhirnya di kandang Chievo, Minggu (21/11/2010) malam WIB, tim asuhan Rafael Benitez itu menyerah 1-2. Mereka bahkan nyaris tidak mencetak gol sebelum Samuel Eto'o melakukannya di masa injury time.

Hasil ini dipastikan memunculkan kegundahan tifosi Inter karena La Beneamata pekan lalu juga kalah 0-1 dari rival sekotanya, AC Milan. Ditambah seri di dua laga sebelumnya, Inter bahkan belum berada di zona Liga Champions.

Di klasemen sementara mereka masih menduduki posisi keenam dengan 20 poin. Dari 13 pertandingan Javier Zanetti dkk baru menang lima kali, seri lima kali, dan kalah tiga kali.

Kondisi ini tentu tidak ideal untuk peraih scudetto lima musim berturut-turut. Terkait Benitez, presiden klub Massimo Moratti sebelum pertandingan ini sempat mengatakan bahwa pihaknya "takkan mengubah staf kepelatihan sekalipun kalah dari Chiveo".

Turun tanpa banyak pemain intinya seperti Julio Cesar, Maicon, Coutinho, Cristian Chivu, Diego Milito, Thiago Motta, dan Walter Samuel, Inter sebenarnya lebih menguasai pertandingan. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari ball possession, di mana mereka memiliki 64% sedangkan tuan rumah 36%.

Begitu pula dari agresivitas serangan. Situs Soccernet mencatat, Inter melakukan 24 tendangan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Chievo tidak kalah aktif dengan membuat 17 tembakan, lima kali shot on goal.

Meski demikian, Chievo-lah yang membuka skor saat pertandingan berjalan 29 menit. Mengalahkan bek kiri Davide Santon, Sergio Pelissier berhasil menanduk bola di depan gawang Inter, menyambar umpan silang Nicolas Frey.

Inter tersentak dan mencoba melakukan tekanan yang lebih berarti. Akan tetapi mereka kesulitan membongkar pertahanan Chievo.

Rasa frustrasi mulai tampak dan Eto'o yang paling jelas. Di menit 38 ia menanduk dada Cesar, mirip seperti insiden final Piala Dunia 2006 antara Zinedine Zidane dan Marco Materazzi. Wasit dan asisten tidak melihat kejadian tersebut dan tidak memberi sanksi apa-apa buat Eto'o. Namun karena tertangkap kamera, kemungkinan besar penyerang Kamerun itu bakal dihukum setelah pertandingan.

Setelah tertinggal 0-1 selama lebih dari 50 menit, Inter malah kebobolan lagi di menit 82. Dari sebuah serangan balik, Davide Moscardelli menuntaskan kerja samanya dengan Luca Rigoni untuk membuat kiper Luca Castelazzi memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua.

Dalam keadaan yang semakin sulit, Inter masih "lumayan" bisa menghasilkan sebuah gol di menit-menit terakhir. Eto'o menciptakannya dengan luar biasa karena mengalahkan empat pemain lawan dan kiper Stefano Sorrentino.

Hanya saja gol itu terlambat datang dan pertandingan tak menyisakan banyak waktu lagi. Inter pulang dengan membawa kekalahan 1-2.

Susunan pemain:
Chievo: Sorrentino; Frey, Andreolli, Cesar, Mantovani; Fernandes, Rigoni, Marcolini (Guana 64); Costant (Bogliacino 86); Thereau, Pellissier (Moscardelli 68)

Inter: Castellazzi; Santon, Lucio, Cordoba, Zanetti; Stankovic (Mancini 87), Cambiasso (Nwankwo 55); Biabiany (Alibec 67), Sneijder, Pandev; Eto'o ( a2s / rin )

thanks God for my day

mungkin tema inilah yang paling mungkin menggambarkan apa yang kupikirkan saat ini
tepatnya 34 tahun lalu aq terhempas dalam kerasnya planet ini
pertama mulai menghirup udara di planet ini, entah apa yang dilakukan pertama kali
saat itu.... yang pasti bertertiak sekuat tenaga bahwa aq adalah bagian dari planet ini.
Kini setelah berjalan sepertiga abad, titik refleksi tentang masa depan dan semua impian mulai dievaluasi.
Benarkah aq sudah berjalan pada track yang benar
Benarkah apa yang dilakukan selama ini adalah merupakan premis-perimis umum yang akan mengkristal menjadi sebuah hasil(seperti dream come true)...
Dan siapa yang berhak menilai hal ini, tentu yang pertama adalah Sang Penguasa Alam yang tersebunyi dalam ruang abstrak dalam semangatku....
Dialah yang tahu bahwa track yang kulalui ini akan bermuara pada sebuah titik puncak
kebahagiaan
Dan ini perlu pembuktian yang sahih nantinya....
dan semua yang berjalan sekarang dipenuhi dengan pengharapan
***
Mungkin inilah hipotesisku bahwa petualangan hidupku sudah masuk dalam track dan track yang sedang kulalui sekarang merupakan track terberat
dan tahun depan adalah pembuktian dua target besar dalam hidupku harus kulalui
seperti MISTERI tapi itulah yang harus kuraih

Dan yang terpenting adalah meminta dan berharap padaNya...
agar dia selalu menjagaku dalam track yang benar


semoga..............
nyayian hati akan berbuah manis untuk 2 target besarku selanjutnya
for my bonnie yang masih fuzzy
for my thesis yang hampir mencapai titik keseimbangan

Tuesday, November 16, 2010

oh inter milan - inikah awal kehancuranmu musim ini

Minggu yang naas bagi semua internisti
Derby panas sebagai moment menghormati bunda Madona
menghempaskan inter
inter yang musim lalu perkasa - kini terpuruk
ayo bangkit inter .........................!!!!!!!!!!!!!



Milan Menang berkat Penalti Ibra
Arya Perdhana - detiksport


AFP/Olivier Morin

Milan - Pertarungan Derby della Madonina antara Inter Milan kontra AC Milan berlangsung ketat dan panas. Milan akhirnya keluar sebagai pemenang berkat gol penalti Zlatan Ibrahimovic.

Gol penalti Ibrahimovic tercipta saat laga yang dihelat di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (15/11/2010) dinihari WIB, itu baru berlangsung lima menit. Ternyata, gol itu menjadi gol tunggal di laga ini.

Inter sebenarnya diuntungkan ketika Milan dipaksa bermain dengan 10 orang dalam setengah jam terakhir usai Ignazio Abate diusir wasit usai bersitegang dengan Goran Pandev. Namun menang jumlah pemain tidak sanggup dimaksimalkan Nerazzurri.

Dengan kemenangan ini, Milan kembali tampil sebagai pemuncak klasemen sementara Seri A dengan nilai 26 dari 12 laga. Sementara Inter tertahan di posisi lima dengan nilai 20.

Jalannya pertandingan
Pertandingan baru berusia empat menit ketika Milan memperoleh penalti akibat dijatuhkannya Ibrahimovic oleh Marco Materazzi. Ibra sendiri yang mengambil penalti sukses melakukan tugasnya.

Pada menit ke-22, Milan sempat memasukkan bola lagi ke gawang Inter yang dikawal kiper Luca Castelazzi. Namun gol dianulir karena Ibrahimovic yang mencetaknya sudah off-side.

Setelah skor 1-0 bertahan hingga jeda, Inter bermain lebih agresif di babak kedua. Menit 55, sebuah tendangan deras Wesley Sneijder memaksa kiper Milan, Christian Abbiati, menepisnya ke luar lapangan.

Di menit 60, kekuatan Milan berkurang satu setelah Abate diusir wasit. Pemain belakang Rossoneri itu mendapatkan kartu kuning kedua usai bersitegang dengan Pandev. Sementara Pandev yang kedapatan mendorong Abate malah bebas dari hukuman.

Akibat kartu merah Abate, arsitek Milan Massimiliano Allegri, memilih untuk menarik Robinho dan memasukkan seorang bek, Luca Antonini, demi menambal lini belakang.

Unggul jumlah pemain, Inter berusaha menekan. Namun hingga marka 90 menit terlewati, tidak ada satu pun peluang emas yang bisa mereka kreasikan, apalagi hingga mencetak gol.

Skor 1-0 buat kemenangan Milan pun bertahan sampai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya permainan.

Susunan pemain
Inter: Castellazzi; Cordoba, Materazzi (Biabiany 68), Lucio, Chivu; Zanetti, Stankovic, Sneijder, Obi (Coutinho 36); Eto'o, Milito (Pandev 46)

Milan: Abbiati; Abate, Silva, Nesta, Zambrotta; Gattuso (Pirlo 46), Ambrosini, Seedorf (Boateng 73), Flamini; Robinho (Antonini 62), Ibrahimovic

( arp / rin )

Thursday, November 11, 2010

inter mulai berat

Inter Seri Lagi
Mohammad Resha Pratama - detiksport


AFP/Alberto Pizzoli

Lecce - Untuk kedua kalinya secara beruntun, Inter Milan hanya mampu memetik hasil seri dalam lanjutan laga Seri A. Di pekan ke-11, Kamis (11/11/2010) dinihari WIB, juara bertahan ditahan imbang 1-1 oleh tim promosi Lecce.

Dalam laga yang dihelat di Via Del Mare, kedua tim tak mampu mencetak gol di babak pertama. Diego Milito membawa Inter unggul lebih dulu sebelum disamakan oleh Olivera.

Inter masih saja menunjukkan inkonsistensi penampilannya di musim ini terkait badai cedera yang menghantam klub itu. Kini Nerazzurri berada di urutan ke-4 klasemen dengan 20 poin, tergeser oleh Napoli yang menang 1-0 atas Cagliari dan memiliki 21 poin. Sementara Lecce ada di posisi 14 dengan 12 poin.

Jalannya pertandingan

Babak pertama tak banyak peluang yang dilahirkan kedua tim. Inter memperoleh peluang di menit ketika sepakan Samuel Eto'o memaksa kiper Lecce membuat penyelamatan gemilang atas gawangnya.

Gantian Lecce yang mengancam di menit ke-38 dari tembakan Andrea Rispoli yang tak terkawal namun masih jauh melenceng dari sasaran. Paruh laga berakhir tanpa gol.

Eto'o sepuluh menit babak kedua berjalan melepaskan tembakan keras yang masih bisa ditepis Antonio Rosati. Pada menit ke-69 giliran Milito yang memberikan ujian bagi Rosati namun sepakan masih membentur tiang.

Milito! Gol yang ditunggu akhirnya datang juga pada menit 76 ketika Milito yang memaksimalkan umpan Eto'o dari sisi kiri berhasil mengonversinya jadi gol, setelah tembakannya dari jarak dekat mampu menjebol gawang Rosati.

Tak sampat empat menit kemudian gawang Inter yang dikawal Luca Castelazzi kebobolan oleh gol Olivera. Olivera yang tak terkawal dengan mudah menanduk bola di dalam kotak penalti tanpa bisa dihadang Castelazzi.

Dua menit sebelum peluit panjang berbunyi Milito sebenarnya bisa memenangkan Intyer namun tembakannya malah melebar dari gawang Lecce. Laga pun berkesudahan 1-1 untuk kedua tim.

Susunan pemain

Lecce: Rosati; Rispoli, Gustavo, Giuliatto, Brivio (Coppola 82'); Olivera (Piatti 86'), Vives, Giacomazzi, Mesbah; Jeda (Ofere 65'), Di Michele

Inter: Castellazzi; Santon, Lucio, Cordoba, Chivu; Zanetti, Obi (Mancini 84'); Biabiany (Stankovic 56'), Coutinho, Pandev (Milito 45'); Eto'o ( mrp / krs )

Monday, November 8, 2010

ada apa dengan squad iinter.

Minggu yang sial buat inter milan
hanya bermain seri di kandang
dan kesalahan pasti di strategi mr. rava
tidak mengistirahatkan pemain kunci
makanya pada cedera.

***********************************************************************
Inter Diimbangi Brescia di Meazza
Doni Wahyudi - detiksport


Reuters

Milan - Inter Milan kembali tersendat dalam upayanya menuju puncak klasemen Seri A. Sempat tertinggal lebih dulu, Nerazzurri cuma bisa mengamankan satu poin saat mejamu Brescia.

Di Giuseppe Meazza, Minggu (7/11/2010) dinihari WIB, Inter turun dengan kekuatan terbaiknya dan berambisi memetik kemenangan demi merapatkan jarak ke puncak klasemen. Namun anak didik Rafael Benitez akhirnya harus puas dengan tambahan satu poin usai bermain imbang 1-1.

Zavier Zanetti cs bahkan tertinggal lebih dulu melalui Andrea Caracciolo di babak pertama. Gol penyama tuan rumah datang dari eksekusi penalti Samuel Eto'o.

Tambahan satu poin tak menggeser posisi Inter dari tangga kedua klasemen dengan poin 19, terpait tiga dengan Lazio yang akan menghadapi AS Roma malam nanti. Inter bisa digusur AC Milan andai saudara sekotanya itu bisa memetik poin maksimal dalam lawatan ke Bari.

Jalannya Pertandingan

Di kandang sendiri, Inter tampil dominan pada menit-menit awal. Dua sepakan ke arah gawang yang dilespaskan Wesley Sneijder dan Eto'o masing-masing di menit empat dan enam masih bisa ditepis kiper Michele Arcari.

Namun justru tim tamu yang mampu lebih dulu mencetak gol saat laga masuk menit 14. Mendapat umpan panjang, Andrea Caracciolo melewati Walter Samuel dan menceploskan bola ke dalam gawang Luca Castellazzi. Inter harus membayar buruknya lini belakang mereka dengan sementara tertinggal 0-1.

Nerazzurri langsung bereaksi melalui tendangan jarak jauh Coutinho bisa diblok Arcari. Dari kejadian tersebut Eto'o punya peluang melakukan rebound dan mencetak gol, namun bola lebih dulu dibuang jauh oleh Simone Dallamano.

Selanjutnya Inter kembali tampil superior dengan banyak melakukan tekanan dan terus melepaskan tembakan. Eto'o punya peluang lain di menit 27 saat sepakannya dimentahkan mistar, pun begitu dengan Goran Pandev saat tendangannya masih melenceng dari sasaran. Sementara upaya terakhir melalui Coutinho lima menit sebelum turun minum, di mana tendangannya melebar jauh dari target.

Pemain pengganti, Joel Chukwuma Obi mengawali gempuran Inter di awal babak kedua saat sepakan volinya melayang tinggi. Setelah akselerasi Eto'o ke dalam kotak penalti kembali mentah di tangan Arcari, Inter akhirnya menyamakan kedudukan di menit 73 melalui eksekusi penalti.

Wasit menunjuk titik putih setelah Gaetano Berardi mendorong Eto'o di dalam kotak penalti. Eskekusi striker Kamerun itu berakhir sempurna dengan bobolnya gawang Brescia. Skor sama kuat 1-1.

Melalui Diego Milito Inter nyaris menuntaskan laga dengan kemenangan. Malang buat striker asal Argentina itu, bola sepakannya dalam posisi satu lawan satu gagal menemui sasaran.

Susunan Pemain

Inter: Castellazzi; Maicon (Cordoba 27), Lucio, Samuel (Santon 50), Chivu; Pandev, Zanetti, Sneijder (Obi 46), Coutinho; Milito, Eto'o

Brescia: Arcari; Berardi, Zebina, Martinez, Dallamano; Hetemaj, Cordova (Budel 66), Baiocco; Diamanti (Bega 83), Kone (Eder 76); Caracciolo ( din / roz )

Wednesday, November 3, 2010

Inter milan Tumbang di tanah ratu elisabeth

Liga Champions Grup A
Bale Apik, Spurs Hantam Inter
Kris Fathoni W - detiksport


London - Tottenham Hotspur memetik kemenangan manis di White Hart Lane. Spurs berhasil menekuk juara bertahan Inter Milan dengan skor 3-1 dalam matchday 4 Liga Champions.

Kemenangan Spurs, Rabu (3/11/2010) dinihari WIB, tak lepas dari peranan Gareth Bale yang tampil apik dan menjadi kreator dalam dua dari tiga gol timnya. Tak sekali-dua ia juga berhasil mengecoh lini belakang Inter dengan laju larinya.

Spurs membuka kemenangan lewat gol Rafael Van der Vaart pada menit 18. Gol ini adalah satu-satunya yang hadir di paruh pertama.

Di babak kedua, Spurs menambah gol lewat Peter Crouch yang menuntaskan umpan Bale. Sepuluh menit jelang bubaran, Inter memperkecil ketinggalan jadi 1-2 lewat Samuel Eto'o.

Gol Eto'o membakar semangat Inter yang kemudian gantian acap menekan Spurs. Namun, sebuah serangan balik di mana Bale kemudian mengirim bola yang bisa dituntaskan oleh Roman Pavlyuchenko mengakhiri perjuangan Inter.

Hasil ini membuat persaingan grup A kian sengit. Spurs dan Inter kini sama-sama sudah mengoleksi tujuh angka hasil dari empat partai meski Spurs berhak ada di puncak klasemen karena unggul selisih gol atas Inter.

Posisi ketiga dihuni oleh FC Twente yang mampu memberikan kejutan dengan menang 2-0 saat melawat ke markas Werder Bremen. Twente menang berkat sepasang gol telat dari Nacer Chadli (menit 81) dan Luuk de Jong (menit 84). Twente punya lima poin sementara Bremen bergeming dengan dua angka.

Jalannya Pertandingan

Kedua tim langsung saling serang dan pada menit tujuh Samuel Eto'o menghasilkan peluang terbaik sejauh ini usai sepakannya menyisir di sisi gawang Spurs.

Dua menit kemudian Spurs membalas. Luca Modric lolos dari kawalan pemain lawan dan berusaha melepaskan tembakan. Bola menyusuri tanah dengan laju tak kencang dan Luca Castelazzi menangkap.

Spurs unggul! Saat pertandingan memasuki menit ke-18, serangan cepat diawali dari sisi kiri. Bola dikuasai Modric yang melakukan penetrasi ke tengah dan kemudian memberi bola ke Rafael van der Vaart. Lepas dari jebakan offside, ia tinggal berhadapan dengan kiper dan gol pun lahir.

Gareth Bale beradu lari dengan Maicon di sisi kiri lapangan dan memenanginya. Ia lantas mengirim bola ke tiang jauh di mana Peter Crouch berada, meski sepakannya malah cuma menyusuri depan gawang.

Spurs untuk sementara masih memegang kendali alur serangan dengan bertumpu kepada Bale di sisi kiri. Pada menit 31 Bale juga mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti walau bola masih jauh melambung.

Walter Samuel harus menghentikan laju Aaron Lennon dengan melanggarnya pada menit 35. Pelanggaran itu dinilai wasit layak diganjar kartu kuning dan Spurs juga mendapat tendangan bebas. Bola disepak Van der Vaart dan mengenai kepala pagar pemain Inter sebelum mendarat di atas gawang.

Inter langsung mengancam dengan serangan balik cepat. Bola lantas dikuasai Wesley Sneijder di luar kotak penalti dan ia pun mengirim tendangan menyusur tanah keras meski arahnya tepat ke kiper.

Intre mendapat peluang bagus pada menit 42 usai Eto'o dijatuhkan sedikit di luar kotak penalti. Wesley Sneijder maju jadi penendang dan sukses memaksa Cudicini meregang untuk menyelamatkan gawang.

Tujuh menit memasuki babak kedua, Bale nyaris saja menambah gol Spurs. Dari tendangan bebas, Castelazzi coba menutup ruang Younes Kaboul tapi bola kemudian mengarah ke luar area penalti. Bale menyambut dengan tendangan membelakangi gawang, walau arah bola masih tipis melebar.

Spurs menekan lagi, kali ini lewat sebuah serangan yang dibangun dari belakang. Bola akhirnya sampai ke sayap kanan untuk kemudian dilajukan ke muka gawang dengan Crouch melanjutkan dengan kepala. Tapi Castelazzi masih bisa menepis.

Spurs unggul 2-0 pada menit 61! Bale merangsek masuk dari sisi kiri dan Inter tak kuasa menahan. Ia kemudian mengirim umpan menyusur tanah ke muka gawang dan setelah Castelazzi gagal menahan, Crouch dengan mudah menceploskannya.

Keunggulan Spurs nyaris kian besar beberapa menit kemudian. Bale beraksi melewati Maicon dan mengirim bola yang kembali diteruskan Crouch. Tapi gol tak sah karena bola sudah lebih dulu keluar lapangan saat digiring Bale.

Eto'o coba memecahkan kebuntuan dan membuat Inter kembali mendapat angin untuk bangkit. Tapi sepakannya dari luar kotak penalti pada menit 71 masih mengarah tepat ke Cudicini.

Inter menipiskan ketinggalan! Dari umpan Sneijder, Eto'o mendapatkan celah di antara kawalan lawan dan melepaskan tembakan jitu dari tepi kotak penalti. Bola pun bersarang di dalam gawang setelah Cudicini tak kuasa menjangkau.

Di tengah serangan Inter Spurs bisa mencuri gol tambahan pada menit 89. Dari serangan balik, Bale yang punya lari kencang dengan pede menggiring bola dan mengajak Lucio beradu lari. Menang dengan mudah, ia lantas mengirim bola ke muka gawang untuk diteruskan Roman Pavlyuchenko. 3-1 Spurs.


Susunan Pemain:

Tottenham Hotspur: 23-Carlo Cudicini; 2-Alan Hutton, 4-Younes Kaboul, 13-William Gallas, 32-Benoit Assou-Ekotto; 7-Aaron Lennon (12-Wilson Palacios 85), 6-Tom Huddlestone, 14-Luca Modric, 3-Gareth Bale; 11-Rafael van der Vaart (8-Jermaine Jenas 46); 15-Peter Crouch (9-Roman Pavlyuchenko 76).

Inter Milan: 12-Luca Castellazzi; 13-Maicon, 6-Lucio, 25-Walter Samuel, 26-Cristian Chivu; 11-Sulley Muntari (40-Obiora Nwankwo 53), 4-Javier Zanetti; 88-Jonathan Biabiany (29 Coutinho 64), 10-Wesley Sneijder, 27-Goran Pandev (22-Diego
Milito 71); 9-Samuel Eto'o


************************************************************************************

inter milan main seperti layaknya PSSI, wuffff jeleknya
maicon harus segera diistirahatkan karena, dua gol lahir dari daerah kiri
poko e sangat kecewa dengan performa inter saat ini
Benarkah stankovic dan cambiasso cedera ?