Tuesday, March 29, 2016

between uncle and fmle cousin

Selama 2 hari bertuturut turut semua alam bawah sadarku berkata lain
mimpi yang mengisahkan tentang pengejaran sosok seorang yang hampir 9 tahun
bagai pemburu memburu rubah yang tak pernah mendapatkan
Kelihatan tapi sangat susah untuk ditembak
Tapi dalam alam bawah sadarku seperti ada diskusi yang begitu sulit
untuk diputuskan di dunia nyata
begitu dekat, dan sangat dekat
sasarn seperti terkunci
tapi alam bawah sadarku mengecohku dengan batuk yang berkepanjangan dan terbangun
dan semalam kedatangan sosok yang dikenal dekat seperti memberikan inspirasi lain
dalam kehidupan nyata, sosok 'uncle' terlihat anggun dan meminta untuk bersama disuatu saat
namun secepatnya pergi dan berganti dengan est yang mengendarai motor......
hmmm mimpi yang random
mudah-mudahan semua pertanda baik dalam kehidupan nyataku

cerita mimpi

Sunday, March 27, 2016

dream about ech

entah kenapa
mimpi yang membebaniku
dalam area kosong
bersama ice di suatu waktu  sekitar seminggu yang lalu
kenapa harus ada dia ?
mudah2an dia bersama yang empunya
bahagia dalam hidupnya

why?

Tuesday, March 15, 2016

Dream about my star

Mimpi yang membuatku bangun
ingatanku mulai tertuju pada masa lalu
yang kini mulai pergi
Dia datang dan dalam bentuk yang sempurna
ingin mengatakan bahwa dia akan berubah
menjadi seorang yang patut untuk dikasihi
seseorang yang ingin dimengerti
Mudah-mudahan di jaman ini
semua yang berlalu menjadi kenangan manis
yang mungkin akan berulang di kehidupan lain
bertemu seperti angin yang menghepaskan kapal
dia selalu datang tapi begitu jauh

salam NoName

Thursday, March 10, 2016

Tanggal 09032016

Mimpi panjang seperti melakukan perjalanan, terjebak dalam gelombang dan salju
semuanya begitu random, tapi ada sisi dimana seorang putra mungil di dekapan
yang bertanya, apakah kita bisa sampai ke tujuan ?
Begitu melihat dan ingin menjawab, semuanya lenyap seketika
hmmm
ternyata semua itu mimpi

Pagi yang mendung, menyaksikan gerhana matahari bagaikan bulan sabit



Tuesday, March 8, 2016

2@ Tahun

Selama 2 tahun 
harapan begitu nyata
keindahan begitu nyata
sisi terang begitu melarutkan sisi gelap
kian hari harapan demi harapan menyatu
dengan rencanaNya
Sang Cahaya Ilahi begitu nampak dalam harapan
kegelisahan

continue......


Thursday, December 17, 2015

Hot News: Setnov mundur

Jumlah skenario permainan Politik Indonesia seperti jumlah suku di Indonesia.
Setiap suku punya permainan sendiri-sendiri.
Bapak Setnov yang disuarakan dari NTT dinyatakan / menggugurkan diri bukan karena dia  kriting, hitam, miskin, polos, dan jujur seperti kebanyakan rakyat NTT
Justru dia gugur dari kepercayaan rakyat karena dia teralu putih bahkan agak sipit, kaya, dan cendrung menipu.
Sebuah pelajaran berharga untuk masyarakat NTT.

Wednesday, December 16, 2015

Artikel tentang etnic

Artikel yang bagus dan disukai :)

Tks yang sudah sharing

ijin copas dari  : http://worldst.net/tag/de-sa-ini-ka-mu-bi-sa-man.html

Di desa ini kamu bisa mandi telanjang di sungai tak usah takut diintip

"Mandi di sungai dengan dikelilingi pohon, telanjang, dan saya nggak merasa takut karena nggak ada yang berani ngintip."
Merasa penat dengan pekerjaan dan ingin pergi liburan tapi nggak mau jauh-jauh sampai ke luar negeri? Kamu bisa coba pergi ke Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten untuk merasakan sensasi liburan dengan dikelilingi pemandangan alam yang masih asri dan suasana sejuk. Kehidupan masyarakat yang dikenal dengan Suku Baduy ini masih kental dengan kearifan lokal dan budayanya. Selain itu masyarakat suku Baduy memilih hidup berdampingan dan bergantung pada alam. Tak heran kalau banyak orang yang menyebut suku Baduy 'serem' karena terisolasi dari kehidupan modern.

Sebutan 'Baduy' sendiri merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut. Berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Sebenarnya, masyarakat Baduy lebih menyukai menyebut mereka sebagai Urang Kanekes atau Orang Kanekes seperti nama desa yang mereka huni.

Suku Baduy terbagi menjadi dua golongan, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Baduy Dalam. Sementara Baduy Dalam adalah bagian dari keseluruhan Suku Baduy. Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada tata cara menjalankan Pikukuh atau aturan adat istiadat. Baduy Dalam masih memegang teguh Pikukuh dan menjalankannya dengan baik, sedangkan Baduy Luar sudah lebih mengenal pola hidup masyarakat modern.

Ketatnya aturan adat pada masyarakat Baduy dalam melarang agar tidak terpengaruh budaya luar rupanya malah jadi ketertarikan seorang wanita yang hobi traveling. Adalah R Adawiyah (27) yang mencoba untuk menemukan atmosfer berbeda dari hiruk pikuk ibu kota dengan berkunjung ke Kampung Cikeusik, salah satu dusun di Desa Kanekes yang terisolir dan dihuni oleh masyarakat adat Baduy Dalam. Aturan adat masyarakat Baduy Dalam yang melarang penggunaan barang-barang elektronik juga membuat wanita yang akrab disapa Upil ini merasa tenang. Bahkan diakui Upil dirinya bisa merasakan ketenangan jiwa meski berjauhan dari barang-barang elektronik dan bisa belajar bersyukur dengan melihat apa yang masyarakat Baduy lakukan sehari-hari.

Menurut cerita Upil, secara umum masyarakat suku Baduy memilih untuk hidup tanpa listrik, tanpa alas kaki, dan tetap berjalan kaki karena tidak diperkenankan menggunakan kendaraan untuk sarana transportasi. Di suku Baduy tidak terdapat warung ataupun pasar. Bahkan tak ada sekolah, karena masyarakat suku Baduy tidak mengirimkan anak-anaknya ke sekolah untuk belajar layaknya masyarakat pada umumnya. Mata pencaharian utama masyarakat suku Baduy adalah bertani dan berladang. Uniknya sistem pertanian Baduy tidak mengenal alat penggarap sawah, baik mesin maupun kerbau. Alasannya aturan adat melarang masyarakat suku Baduy memelihara hewan berkaki empat. Jadi untuk bisa menanam padi di ladang, mereka hanya mengandalkan air hujan dan tanpa penggunaan pupuk buatan.

Perjalanan memasuki kawasan perkampungan suku Baduy selama 5 jam lewat jalur darat mengantarkan Upil untuk menemukan masyarakat yang masih disiplin dalam menjaga kelestarian alam. Terbukti dari rumah tempat mereka tinggal direkatkan tanpa paku dan semen. Suku Baduy hanya mengandalkan batu kali untuk pondasi dan hanya menggunakan kayu, bambu, ijuk, dan daun pohon aren yang diikat menggunakan tali untuk mendirikan rumah. Meski kontur tanah di pemukiman suku Baduy masih bergelombang, tapi untuk membangun rumah dipilih tanah yang rata. Demi melestarikan alam dan tetap hidup berdampingan, ketua adat suku Baduy yang disebut Pu'un juga melarang jual beli tanah milik adat.

Aturan untuk tetap menjaga kelestarian alam Suku Baduy Dalam tak hanya itu, Upil menguraikan adanya larangan penggunaan bahan-bahan kimia seperti sabun, pasta gigi, sampo dan detergen untuk melakukan aktivitas seperti mandi dan mencuci. Sebabnya dengan menggunakan bahan tersebut dipercaya masyarakat bisa mencemari lingkungan. Terlebih lagi untuk aktivitas mandi dilakukan langsung di sungai. Pengalaman seru diakui Upil selain larangan penggunaan alat maupun bahan kecantikan lainnya adalah saat mandi di sungai.

"Mandi di sungai dengan dikelilingi pohon, telanjang, dan saya nggak merasa takut untuk diintip karena nggak ada yang berani ngintip. Sanksi adat ketat. Lagipula tempat cowok mandi juga dipisah," kata Upil saat menceritakan pengalamannya mandi di sungai tempat suku Baduy Dalam tinggal.

Bagi masyarakat Baduy Dalam yang menganut kepercayaan Sunda Wiwitan, amanah leluhur adalah segala-galanya. Bila tak menaati, mereka akan terkena sanksi adat hingga dikeluarkan dari Baduy Dalam. Termasuk dengan amanah nenek moyang untuk menggunakan pakaian hitam atau putih yang ditenun dan dijahit sendiri.

Gimana, tertarik rehat sejenak untuk menemukan ketenangan jiwa dengan pergi ke suku Baduy seperti yang Upil rasakan? Berikut ini kumpulan foto yang didokumentasikan Upil selama perjalanan menuju suku Baduy Dalam, tepatnya saat masih berada di Baduy Luar, yang bisa kamu intip keindahan suasananya. Cekidot!

1. Pemandangan alam yang masih asri dan suasana alam sejuk di suku Baduy Luar, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten

2. Menuju pagi dari kaki Pegunungan Kendeng

3. Upil berfoto selfie dengan Samin, warga Baduy yang menjadi porter membawakan tasnya

4. Selain meladang setiap harinya, anak-anak suku Baduy menjadi porter di hari Sabtu dan Minggu

5. Masyarakat Suku Baduy tidak mengirimkan anak-anaknya ke sekolah untuk belajar layaknya masyarakat pada umumnya

6. Warga Baduy menggunakan kain berwarna hitam dan putih sebagai pakaian sehari-hari

7. Ciri khas dari Suku Baduy selain setelan pakaian putih-putih adalah adanya ikat kepala yang juga berwarna putih

8. Pakaian masyarakat Suku Baduy yang ditenun dan dijahit sendiri