Friday, October 16, 2009

Ketika Manusia Berdoa.. dan Allah bilang tidak....

Ketika manusia berdoa, "Ya Allah ambillah kesombonganku dariku."Allah berkata, "Tidak.
Bukan Aku yang mengambil,tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ketika manusia berdoa, "Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yangcacat."Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna,tubuhnya hanyalah sementara."

Ketika manusia berdoa, "Ya Allah beri aku kesabaran."Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ketika manusia berdoa, "Ya Allah beri aku kebahagiaan."Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan,kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."

Ketika manusia berdoa, "Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan."Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku."

Ketika manusia berdoa, "Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat."
Allah berkata,"Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ketika manusia berdoa, "Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, Sebesar cinta-Mu padaku.
Allah berkata..."Akhirnya kau mengerti .!!"

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil,kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha,pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali,sementara orang laindengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhirdengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek lalu kita melih at tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoamemohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentulebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu. Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.

Clear Day

Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Ralph. Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara.

Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor.Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya."Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?" tanya sang profesor."Melakukan apa ?" kata Ralph."Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?""Oh," kata Ralph, "selama perang, saya kira."Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam.

Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. "Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,"katanya."Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki.

Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini." Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.Nilai manusia bukan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup; bukan apa yg ia peroleh, melainkan apa yg telah ia berikan; bukan apa pangkatnya, melainkan apa yg telah diperbuat dengan tugas yg diberikan Tuhan kepadanya.

Belajar Seumur Hidup

Bila anda menganggap bahwa anda sudah tak perlu lagi belajar selepas meraih ijazah sekolah, maka anda salah.
Dunia sedang berjalan semakin cepat. Manusia bekerja semakin baik.
Persoalan yang muncul semakin rumit. Anda memerlukan berbagai ketrampilan yang baru.
Bukan hanya sebagai alat untuk meraih kemajuan.
Namun untuk berada di suatu tempat, anda dituntut untuk tahu bagaimana menjaga posisi.
Karena itu, jangan berhenti belajar.
Pelajarilah hal-hal baru dengan penuh antusias.
Belajar berarti membuka diri anda pada dunia Yang Maha Luas ini.
Belajar mengingatkan, sesungguhnya anda tak mungkin tahu semua jawaban.
Belajar mengajarkan pelajaran terpenting dalam hidup, yaitu kerendahan hati untuk bertanya.
Memang benar, sarang burung Manyar tak mengalami perubahan sejak berabad-abad lalu.
Mungkin, hingga berabad-abad ke depan.
Juga benar, ikan Salmon mungkin takkan mengubah perjalanannya ke sungai air tawar
untuk meletakkan telur- telur mereka.

Namun, kehidupan manusia selalu berubah.
Bukan hanya dari tahun ke tahun, atau dari bulan ke bulan. Tetapi, dari hari ke hari.
Manusia akan menemukan cara-cara terbaik bagi hidup mereka.

Rahasia alam ini terlalu Maha Besar untuk dimengerti dalam seumur yang fana ini.
Anda tidak harus mengetahui semua jawaban.
Namun, anda harus berusaha tahu apa yang terbaik bagi hidup anda.
Untuk itu anda harus belajar. Seumur hidup anda.

Motivasi buat para Pemimpin

Ini tulisan bagus, motivasi buat pemimpin, yang mau ikut jadi pemimpin
jadi calon BUPATI, CALEG,CAMAT maupun Lurah..

"berpikir global dengan untuk kemajuan lokal "

WUJUDKAN "INDONESIA TODAY"

(Dikutip dari hasil diskusi panel "Sewindu Reformasi Mencari Visi Indonesia 2030" yang ditulis oleh Pepih Nugraha di harian KOMPAS - halaman 45, tanggal 20 Mei 2006)

SAKING SEMANGATNYA INDIA mewujudkan visi dan strategi pembangunan ekonominya di bidang teknologi informasi, IT tidak lagi kependekan dari information technology, tetapi dipelesetkan menjadi India today. Hari-harinya India, atau lebih bombastis lagi, abadnya India.

TIDAKLAH BERLEBIHAN jika seorang panelis yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi "Sewindu Reformasi Mencari Visi Indonesia 2030" memberi contoh betapa kuat dan bersemangatnya India mewujudkan visinya di bidang teknologi informasi (TI). Hasilnya nyata, hampir semua pemain bisnis TI dunia sudah membuka usahanya di India, khususnya di Bangalore. Diperkirakan tahun 2006 pendapatan dari TI mencapai 36 miliar dollar AS, suatu jumlah yang fantastis.

DI BIDANG MANUFAKTUR, India mampu mencengangkan dunia saat Lakshmi Mittal, pendiri Mittal Steel, melakukan megaakuisisi terhadap Arcelor, sebuah perusahaan baja raksasa berbasis di Luxemburg. "Padahal, sepuluh tahun lalu Mittal masih bukan siapa-siapa," katanya. Betapa cepatnya Mittal Steel membangun kerajaan bisnis selama sepuluh tahun, bisa dibandingkan dengan HM Sampoerna saat diakuisi PT Philip Morris Indonesia yang "hanya" senilai 1,8 miliar dollar AS. Nilai akuisisi Mittal Steel sendiri mencapai 18,6 miliar dollar AS atau sepuluh kali lebih besar dari Sampoerna. Yang menarik, Mittal Steel dibangun sepuluh tahun, sementara Sampoerna dibangun empat generasi atau lebih kurang 100 tahun!

WAJAR KALAU INDIA DAN CHINA mendapat penekanan yang dalam dari panelis ini saat memberi contoh kisah sukses kedua negara raksasa Asia yang mempunyai visi yang jelas, yang dirancang masing-masing elite pemimpinnya atau setidak-tidaknya arsitek ekonominya. India, misalnya, dimulai saat Menteri Keuangan Manmohan Singh melakukan liberalisasi dengan membongkar License Raj pada tahun 1991. Setelah itu, produk nasional bruto (GNP) India tumbuh 6 persen. Yang mencengangkan, pada periode tahun 2003-2005 pertumbuhan ekonomi India meningkat menjadi 8 persen. Bahkan, India sudah menjadi salah satu negara pengekspor terbesar dunia.

PADA MULANYA VISI DAN STRATEGI India lebih bersandar pada outsourcing. Itulah awal mula visi India yang saat itu menjadi bahan olok-olok di Universitas Michigan. Pada majalah dinding universitas tersebut tergambar karikatur seorang guru yang menegur mahasiswanya, "Tidak, tidak, kalian tidak bisa meng-outsourcing-kan PR kalian ke India!" Bangsa India yang berjumlah lebih dari satu miliar itu sadar dan tetap menerima olok-olok itu sambil melepaskan visi dan strategi lamanya, outsourcing, untuk masuk pada tahap kedua dari strategi pembangunan ekonominya, yaitu membangun TI itu tadi. Sekali lagi, India dapat mencapai pertumbuhan ekonomi mengesankan seperti saat ini karena visi, visi yang jelas dari para pengelola negerinya.

BANGSA CHINA SUDAH LEBIH AWAL LAGI merancang visi dan strategi pembangunan ekonominya. Upaya itu dimulai sejak Deng Xiaoping mencanangkan perubahan sistem ekonominya di tahun 1978 dari high centrally planned economy ke ekonomi pasar yang terkendali, managed market economy. Beberapa kebijakan penting birokrasi yang menjadi penyebab utama kemajuan China antara lain visi dan strategi pembangunan ekonomi yang jelas, terciptanya stabilitas politik dalam negeri, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia secara terarah, kebijakan ekonomi yang sangat kondusif dan konsisten, dan birokrasi yang sangat ramah terhadap bisnis. Pemerintah China telah merumuskan visi dan positioning strategy-nya dengan jelas. Pada tahap awal pembangunan ekonomi, misalnya, China menekankan pada cost leadership melalui ongkos buruh rendah dan operational excellence. Itu sebabnya, China sering dikatakan sebagai "tempat termurah di dunia untuk membangun pabrik apa pun".

STRATEGI INI DIJALANKAN dengan sangat serius dan konsisten sehingga China berhasil membanjiri pasar di seluruh dunia dengan produk-produknya. China bahkan sering dikatakan sebagai pengekspor deflasi. "Perusahaan raksasa Wal Mart bahkan sangat mengandalkan pasokan dari China untuk mewujudkan strategi bisnisnya: everyday lower price," katanya. Di bidang kebijakan ekonomi, China melakukan banyak hal yang membuat iklim bisnis menjadi sangat kondusif. Di bidang infrastruktur, untuk menggenjot perekonomiannya, China menetapkan 20 zona ekonomi khusus (ZEK) yang menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonominya.

VISI YANG JELAS tercermin dari terbaginya ZEK ke dalam empat tahap, yang masing-masing tahap ditetapkan lokasi, waktu, dan targetnya secara rinci. Dengan adanya 20 ZEK itu, perkembangan ekonomi menjadi lebih terfokus dan infrastruktur lain yang dibangun pemerintah menjadi lebih efisien. "Investasi asing yang berhasil disedot lebih dari 60 miliar dollar AS setahun dan 500 perusahaan terbesar dunia hampir semuanya sudah melakukan investasi di China," ujarnya.

Visi dan solusiVISI YANG JELAS DUA NEGARA RAKSASA ASIA itu seharusnya menjadi cermin bagaimana kita melihat diri sendiri, melihat Indonesia. Sudahkah Indonesia memiliki visi jelas di bidang pembangunan ekonomi? Moderator diskusi yang dilaksanakan Kompas dalam sesi ini menyentak hadirin dengan pernyataan, "Pemerintah sekarang ini punya wawasan bisnis, tetapi tidak mempunyai visi bisnis." "Kita harus punya strategi nasional, memetakan Indonesia di posisi mana dan sedang berada di mana? Sebagai ahli apa kita ini? Sebagai penyumbang apa dalam kontribusi ekonomi dunia? Apakah benar harus bergerak di bidang jasa atau melirik pariwisata? Apakah benar demokrasi liberal membawa kita lebih lamban dalam mencapai kesejahteraan?" kata moderator melempar "bola panas". Sejumlah penanya menyatakan tegas bahwa Indonesia tidak memiliki visi ekonomi yang jelas, apalagi untuk tahun 2030. Penanya lainnya merasakan pentingnya penekanan pada sektor-sektor tertentu, seperti pariwisata dan pendidikan, serta perbaikan dunia usaha mutlak diperlukan.

Panelis lainnya juga menyampaikan minimnya visi Indonesia dalam hal pembangunan ekonomi, kalau tidak mau dikatakan tidak ada visi sama sekali. Dicontohkan, sampai terjadinya krisis keuangan Asia di tahun 1998, struktur ekspor Indonesia tidak banyak berubah, yakni tetap mengandalkan produk bernilai tambah rendah yang dihasilkan industri padat karya dengan tingkat keahlian rendah. Namun, pada saat yang sama, negara-negara Asia lain seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina telah beranjak ke produk-produk yang mempunyai tingkat teknologi yang lebih kompleks dan bernilai tambah tinggi. Bahkan Singapura dan Korea Selatan telah mengarah pada teknologi informasi dan perancangan produk (product design).

PANELIS INI JUGA MENGAKUI, terlepas dari persoalan kelambatan proses transformasi teknologi di Indonesia, industri padat karya telah berjasa mengangkat jutaan orang dari kemiskinan absolut. "Hanya saja, secara alamiah, Indonesia tidak dapat terus mengandalkan produk-produk ini," katanya. Kalau China memiliki strategi "menggerojok" pasar global dengan produk-produk murah dan tenaga kerja yang murah pula, tidak demikian Indonesia yang karena intervensi pemerintah telah membuat tenaga kerjanya menjadi tidak murah lagi. Di sisi lain, Vietnam, India, China, dan Sri Lanka memiliki tenaga kerja cukup bersaing dibandingkan dengan Indonesia. Bukan tidak mungkin jika situasi sudah tidak tertahankan lagi, industri padat karya baik modal dalam negeri maupun modal asing akan besar-besaran mengalihkan usahanya dari Indonesia. Mereka akan memilih lokasi dengan biaya paling bersaing.

POLA SPESIALISASI MALAYSIA dengan sektor manufaktur pun sudah lebih lanjut dibandingkan dengan Indonesia. Jepang dan Korea Selatan bahkan sudah jauh bergerak menuju perekonomian berbasiskan industri jasa modern seperti jasa keuangan. Untuk Indonesia, dia mengusulkan adanya upgrading yang tidak hanya dilakukan terhadap produk-produk unggulan, tetapi juga terhadap angkatan kerja itu sendiri.UNTUK MENYIASATI arah perkembangan China dan India, Pemerintah Indonesia perlu mengeluarkan kebijakan-kebijakan antisipatif dengan terlebih dahulu menghapuskan enam faktor utama penghambat investasi, yakni birokrasi pemerintah yang tidak efisien, infrastruktur yang tidak memadai, peraturan perpajakan, korupsi, kualitas sumber daya manusia, dan instabilitas kebijakan. Bahwa peran China dan India akan dominan di masa datang, diusulkan perlunya posisi baru Indonesia sehingga dapat menangkap berbagai peluang yang ada melalui strategi komplementer jangka panjang dengan kedua negara tersebut. Strategi komplementer itu bisa berdasarkan keunggulan komparatif yang dimiliki, bisa juga dengan memosisikan Indonesia masuk ke value chain yang sedang menjadi arah pembangunan mereka.

AKAN TETAPI, untuk mewujudkan impian berupa arah jangka panjang tersebut, mutlak diperlukan pemimpin yang kuat, konsisten, dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya. "Tanpa itu, kita tidak akan pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar selama lebih dari delapan tahun terakhir ini," kata seorang panelis.

MEWUJUDKAN INDONESIA TODAY KELAK, hari-harinya atau abadnya Indonesia, mutlak diperlukan visi dan strategi pembangunan ekonomi yang jelas. Visi hanya akan lahir dari pemimpin yang tidak saja memiliki visi, tetapi pemimpin yang juga mampu melihat, merumuskan arah jangka panjang, kemudian bergerak cepat dan sistematis untuk mewujudkan impian (cita-cita) bersama yang telah dicanangkan. Punyakah Indonesia pemimpin yang seperti itu?(Tulisan ini disajikan – untuk mendukung semangat "Menuju Indonesia yang Lebih Baik" – BRN).

Motivasi buat orang yang mau berusaha keras

ORANG PINTAR JANGAN PULANG!-

Belajar dari Spirit Yohanes Surya dalam Membangun Generasi Muda Indonesia -
(diambil dan disalin dari Harian Media Indonesia, Sabtu, 6 Agustus 2005)

OLIMPIADE FISIKA seperti menjadi nama tengah fisikawan Prof Yohanes Surya. Sejak tiga belas tahun silam, pria ini berada di balik perjuangan siswa-siswa Indonesia berotak cemerlang di kancah internasional. Ada sebuah misi yang tengah diembannya. Kepada Sica Harum dari Media, ia menceritakan impiannya. Kebangkitan Indonesia melalui ilmu pengetahuan alam.PRIA BERTUBUH KURUS ITU terkesan ramah. Dengan kesibukan yang menggunung, ia tidak terlihat lelah. Begitu juga saat ditemui Media di kantornya yang terletak di bilangan Cyberperk Office Lippo Karawaci, Tangerang. Guru Besar Tetap Fisika Universitas Pelita Harapan itu begitu luwes berbincang.IA ADALAH ORANG DI BALIK keberangkatan puluhan orang Indonesia belajar ke berbagai universitas top di luar negeri. Kebanyakan berada di Amerika Serikat, negara yang pernah ia tinggali enam tahun lamanya. Di sana, mereka mampu bersaing dengan mahasiswa lainnya dan menjadi kesayangan profesor pembimbingnya. "Saya bilang sama mereka, tetap tinggal di sana. Dalami ilmu, raih doktor, perkuat posisi agar bisa mengundang siswa Indonesia untuk belajar di sana. Kalau mereka langsung pulang, terlalu sayang. Indonesia belum siap, mereka bisa tersia-sia," ujar Ketua Tim Olimpiade Fisika Indonesia itu.IA LANTAS MENCONTOHKAN negara China yang rajin mengirim siswa-siswanya belajar ke luar negeri periode 1980-1990. Tak tanggung-tanggung, 1.000 pelajar dikirim setiap tahunnya. "Kini, lihat mereka. Saat China siap membangun, orang-orang pintar itu diundang pulang dan membangun negerinya," sebut pria berkacamata itu. Belajar dari pengalaman China, ia optimistis. Siswa Indonesia yang dikirim belajar ke luar negeri akan kembali suatu hari nanti ketika Indonesia sudah siap membangun dan membutuhkan kehadiran mereka. "Sekadar contoh, saat saya menyebar iklan lowongan peneliti untuk nanoteknologi yang tengah saya dalami ini, banyak orang Indonesia yang melamar. Ternyata kita punya banyak orang pintar di luar negeri yang berkeinginan kembali ke Indonesia," sebutnya.MENURUT YOHANES, ORANG INDONESIA punya karakter khas, cenderung tidak betah di luar negeri yang kental dengan sifat individualistisnya. "Ada yang ingin tetap tinggal dan bekerja di sana. Tapi enggak banyak. Umumnya mereka ingin kembali karena budaya kita yang terbiasa memiliki keluarga besar dan teman banyak, enggak ditemui di sana. Kehidupan di sana cenderung monoton untuk peneliti. Lagi pula, bagaimanapun mereka tidak akan menjadi warga kelas satu, meskipun secara materi mereka dihargai. Mau jadi dekan saja enggak bisa apalagi jadi rektor universitas. Saya sendiri bilang sama anak-anak TOFI, mereka boleh sekolah dan bekerja di mana saja, asal jangan ganti warga negara. Nanti saat di sini siap, kita tinggal panggil mereka pulang," paparnya terus terang.HARAPANNYA BISA JADI bukan pepesan kosong belaka. Indonesia, menurutnya, punya potensi yang tidak kalah dari negara-negara maju. Dari setiap daerah di Indonesia yang pernah dikunjunginya, ia mengaku selalu menemukan bibit-bibit baru yang cemerlang. Tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tapi juga dari Sumatra hingga Papua. "Kalau ada anggapan bahwa Papua adalah contoh provinsi yang tertinggal dalam pendidikan, toh sudah ada dua remaja Papua yang punya prestasi internasional. Artinya apa? Ada sebuah sistem yang mematikan potensi mereka. Saat mereka dilatih di sini, mereka bisa juga jadi juara," sebutnya. Anggapan tersebut tentu tak lepas dari kondisi pengajar di sana. Beragam faktor mulai dari pendidikan dan kesejahteraan merupakan sedikit hal dalam pencetakan siswa berbakat. "Makanya saya mendukung sekali kalau ada provinsi yang akan menaikkan gaji guru hingga lima kali lipat," katanya sambil tertawa.PENGAJAR YANG BAIK akan menghasilkan murid yang baik. Sementara itu profesi guru di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Berlindung di balik embel-embel "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" yang mengesankan sebuah profesi pengabdian tanpa perlu dihargai secara profesional.IA LANTAS MENCONTOHKAN Taiwan. Di sana, orang berlomba-lomba masuk sekolah guru. Selain penghargaan materi yang setara dengan gaji para insinyur teknik yang bekerja di industri, jam kerja guru juga lebih singkat. Secara kultur, orang tua di sana memiliki kebanggaan tersendiri saat anak atau mertuanya menjadi guru. Sistem kompetisi yang ketat menghasilkan pengajar-pengajar berkualitas. "Kalau saja di Indonesia bisa seperti itu kan bagus. Karena pada dasarnya, di mana saja seorang anak itu sama. Makannya sama, perlakuan lingkungan tak jauh berbeda. Mereka butuh guru-guru yang pintar, yang mampu memotivasi dan mengerti bakat mereka. Yang bisa mengajarkan hal-hal sulit dengan cara mudah sehingga dapat menarik minat siswa untuk mendalami," katanya bersemangat. Semakin banyak orang mau belajar, semakin banyak orang pintar di Indonesia. Sebuah citra Indonesia akan terbentuk dan dihargai di dunia internasional.Si Anak Miskin Pengharum Bangsa"DULU SAYA BISA BELAJAR ke Amerika karena pertolongan orang. Sekarang saya juga harus membuka jalan untuk orang lain. Saya harap mereka juga bisa seperti itu, membuka jalan untuk orang lain lagi."DI MASA KECILNYA, Yohanes Surya tidak pernah bermimpi bisa kuliah hingga meraih PhD dari sebuah universitas top di Amerika Serikat, College of William and Mary di Virginia, sebelas tahun silam. "Saya itu dari keluarga miskin. Bisa makan dan hidup saja sudah untung. Dulu, saya nyaris tidak bisa belajar di universitas karena tidak bisa bayar," sebut pria kelahiran 6 November 1943 itu. Beruntung, kakak-kakaknya menyanggupi membayar pendidikannya di Jurusan Fisika Universitas Indonesia (UI).TIDAK PERLU TERLALU LAMA, dengan kecerdasannya, Yohanes mampu meraih beasiswa. "Waktu itu saya dapat beasiswa Supersemar. Besarnya Rp300. Dulu, uang segitu aja berat banget buat saya," sebutnya sambil tertawa. Lulus dari UI pada 1986 sempat membuatnya terdiam dan merenung sejenak. "Saya terus berpikir dan merenung. Whats next. Saat itu saya berpikir, bagaimana memajukan Indonesia dari fisika," kata ayah dari tiga putri itu.BINTANGNYA DI BIDANG FISIKA mulai bersinar. Nasib mujur yang banyak disebut orang sebagai perpaduan antara persiapan dan kesempatan, juga berlaku untuk Yohanes. Seorang profesor Amerika berkunjung ke Indonesia saat kuliahnya di UI rampung. Tanpa prosedur bertele-tele, pria yang besar di Klender, Jakarta Timur dinyatakan berhak mendapatkan beasiswa untuk pendidikan S-2 di Amerika. "Saya betul-betul merasa mendapat berkah dan tertolong. Bayangkan, bisa kuliah di Amerika untuk anak dari keluarga miskin seperti saya," sebut putra ketujuh dari sembilan bersaudara itu.SELANJUTNYA, IA MENGAKU merasa harus berbuat sesuatu untuk siswa lain, seperti ia dulu dibukakan jalan. "Dulu saya bisa belajar ke Amerika karena pertolongan orang. Sekarang saya juga harus membuka jalan untuk orang lain. Saya harap, mereka juga bisa seperti itu, membuka jalan untuk orang yang lain lagi. Dengan begitu, akan semakin banyak siswa yang punya kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih baik," sebut pria yang hingga kini telah membukakan jalan bagi sekitar 30 sarjana cemerlang Indonesia untuk belajar ke Amerika.TINGGAL DAN BEKERJA di Virginia, Amerika Serikat tak lantas membuatnya lupa dengan niatnya semula. Memajukan Indonesia melalui fisika. Di akhir tahun masa studinya, ia memulai sepak terjangnya dalam mempersiapkan tim olimpiade fisika Indonesia. "Saat itu, saya melihat olimpiade sebagai salah satu jalan untuk mengharumkan nama bangsa. Pembentukan citra sebuah bangsa melalui intelektualitas itu penting. Hal itu bisa membuat kita dihargai dan diperhitungkan di dunia internasional, bukan cuma sekedar nasib TKI yang suram," sebut suami dari Christina yang ditemuinya 16 tahun silam di gereja.DARI SITULAH, KETERLIBATAN INDONESIA sebagai peserta olimpiade fisika di mulai tahun 1993. Bersama rekan-rekannya sesama mahasiswa Fisika tingkat doktoral di College of William & Mary (Virginia Amerika Serikat), ia mengundang lima pelajar terbaik SMA dari Indonesia ke Virginia untuk menjalani training selama 2 bulan penuh sebelum berlaga di Olimpiade Fisika Internasional ke-24 (International Physics Olimpiad) yang diadakan di kampus itu. Kurangnya sponsor memaksa beberapa siswa terpaksa membayar sendiri penerbangan mereka ke Amerika. Bersama rekannya, Agus Ananda, ia mengajari para siswa tersebut sekaligus menanggung makanan untuk menghemat biaya.PERSIAPAN SINGKAT yang penuh keprihatinan itu ternyata tak sia-sia. Indonesia meraih medali perunggu melalui Oki Gunawan yang kini tengah digodok di Princeton University untuk meraih gelar PhD-nya, sedangkan Jemmi Widjaya mendapatkan penghargaan khusus.HASIL ITU MEMANTAPKAN KEYAKINAN Yohanes untuk terus melanjutkan misi itu di dunia pendidikan fisika. Setahun berikutnya, tim Indonesia tidak mendapatkan apa-apa. Yohanes sadar, persiapan yang matang mutlak diperlukan untuk membentuk tim yang solid. Akhirnya, ia memilih kembali ke Indonesia. Padahal, saat itu penghargaan yang didapatkannya bisa dibilang cukup layak. Bahkan ia membuang green card yang diberikan untuknya.SELAIN KELAS SUPER yang kini menjadi fokus perhatiannya, ia juga telah mempersiapkan tim olimpiade untuk tahun depan. Di sela-sela kesibukannya, ia masih menangani riset-riset fisika. "Saya tidak terjun langsung, cuma mengarahkan para peneliti muda saja. Kalau tidak begitu, yang lain nanti tidak bakal kepegang," ucap fisikawan yang kini berkecimpung di bidang ekonofisika dan nanoteknologi itu.KESIBUKAN YANG PADAT, tak lantas membuatnya lupa membaca buku. Waktu tidurnya hanya tiga sampai empat jam per harinya, menyisakan waktu untuk membaca banyak buku. "Saat ini saya senang membaca sejarah, perang, 'kisah sam kok dan sun tzu.' Dari situ, saya banyak belajar strategi," sebutnyaHarapan Meraih NobelKONSENTRASI YOHANES SURYA kini tengah terfokus pada satu hal. Kelas super yang akan dimulai pertengahan Agustus mendatang diharapkan dapat membuka jalan bagi sesuatu yang lebih besar. Bukan cuma harapan meraih Nobel pada 2020, tapi lebih dari itu. Sebuah kebangkitan Indonesia melalui ilmu pengetahuan. "Yang kita coba tahun ini baru 30 orang. Tahun depan kita usahakan bisa jadi 10 kelas di seluruh Indonesia. Artinya, kita punya 300 orang yang sengaja dididik khusus tahun depan," sebut pria yang lekat dengan image Olimpiade Fisika di Indonesia itu.KELAS SUPER yang disebutnya itu akan mengakomodasi kebutuhan anak-anak berbakat. Seorang anak yang pada dasarnya mampu menerima banyak materi, akan terpuaskan di kelas tersebut. Sistem pendidikan yang berbeda dengan kelas biasa di sekolah menengah umum (SMU) pada umumnya itu diharapkan dapat mencetak siswa-siswa unggul yang mampu bersaing di dunia internasional. Saat mereka lulus kelak, akan terbuka jalan masuk ke universitas top di luar negeri dan memiliki kesempatan untuk dibimbing langsung oleh para peraih Nobel.KELAS TERSEBUT TERBUKA bagi 30 siswa yang tersaring dari 3.000 lulusan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Jakarta. Gratis, karena gaji pengajar bakal ditanggung pihak produsen otomotif BMW. Sedangkan kebutuhan operasional ditanggung sekolah yang "ketempatan" kelas super tersebut. Dari tahun pertama, kepada anak-anak itu sudah diajarkan dasar-dasar ilmu pasti yang biasanya diajarkan di tahun pertama kuliah. Pelajaran di tingkat dua dan tiga saat kuliah, akan diajarkan saat mereka duduk di kelas dua. Sementara itu saat mereka kelas tiga, fokus sudah terarah pada olimpiade.Ilmu sosial dan bahasa juga akan diajarkan.BERBEDA DENGAN KELAS BIASA, para pengajar akan mengarahkan pelajaran-pelajaran tersebut dengan kemajuan teknologi. "Kita ajarkan mereka sejarah. Tapi kita fokuskan bagaimana teknologi dapat mengubah suatu bangsa. Bagaimana pengetahuan berkembang dari masa ke masa. Kita mau mereka mengerti bagaimana ilmu pengetahuan berperan banyak dalam sejarah bangsa-bangsa yang besar. Begitu juga dengan ekonomi, misalnya. Bagaimana teknologi memengaruhi perekonomian sebuah negara. Jadi semuanya memang diarahkan ke science," terang fisikawan alumnus Universitas Indonesia 1986 itu.BAHASA INDONESIA JUGA DIAJARKAN di kelas satu. Tapi pelajaran itu sudah diarahkan agar mereka dapat menulis artikel, karangan ilmiah, bahkan cerita pendek dan novel. Demikian juga bahasa Inggris. Siswa kelas super itu akan mendalami percakapan bahasa Inggris di kelas satu. Saat mereka naik ke kelas dua, materi bahasa Inggris yang diajarkan sudah diarahkan untuk memahami bacaan dalam berbahasa Inggris dan mampu membuat sebuah karya ilmiah. Begitu juga dengan pelajaran komputer. Siswa diarahkan untuk mampu mencipta sebuah game. "Dengan begitu, logika matematikanya juga terasah," tambahnya.PELAJARAN ILMU PASTI seperti fisika, matematika, kimia, dan biologi akan diajarkan bergilir setiap minggu. "Dalam satu minggu, siswa akan diajari khusus fisika selama empat hari berturut-turut. Minggu depannya biologi, selanjutnya matematika dan kimia. Hari Jumat dan Sabtu, kita variasikan dengan mata pelajaran bahasa dan sosial," sebut peraih PhD dari Jurusan Fisika College of William and Mary, Virginia, AS (1994) dalam bidang fisika nuklir yang ditekuninya.TAK DAPAT DISANGKAL, kelas super itu terkesan mengerikan dengan jadwal padat dengan materi yang sulit. "Bakat saja tak cukup. Bagaimanapun harus kerja keras. Kalau dua hal itu dapat dilakukan, hasilnya tentu bisa optimal. Bagus kan, kalau begitu lulus mereka punya kemampuan luar biasa untuk diterima di universitas top di luar negeri. Jika sudah kuliah di sana, mereka bisa bersaing dan disenangi profesornya. Beasiswa terbuka lebar untuk pendidikan sampai jenjang doktor. Mereka bisa jadi profesor di universitas terkenal dan bisa mendapat grant. Kalau sudah begitu, mereka bisa menarik lebih banyak siswa Indonesia untuk belajar di sana dengan biaya yang ditanggung mereka," jelasnya.EFEK BERANTAI ITULAH yang membuatnya optimistis, target Nobel pada 2020 mendatang sebetulnya bukan hal yang mustahil. "Saya optimistis, meskipun misalnya target Nobel meleset, kita akan punya ratusan ilmuwan andal yang berkualitas setara peraih Nobel dan dapat membangun Indonesia. Kita butuh sumber daya manusia hebat," tegasnya dengan senyuman optimistis.(Tulisan ini disajikan - di tengah tantangan membentuk karakter manusia Indonesia yang tangguh dan kompeten - untuk mendukung semangat "Menuju Indonesia yang Lebih Baik" – BRN).

Kata-kata Bijak 2

KNOWLEDGE/EDUCATION

The great breakthrough in your life comes when you realize that you can learn anything you need to learn to accomplish any goal that you set for yourself. This means there are no limits on what you can be, have or do.

Throughout the developed world, we have moved from "man-power" to "mind-power".
We have moved from the use of physical muscle to the use of mental muscle.

Learn something new. Try something different. Convince yourself that you have no limits.

Be a lifelong student. The more you learn, the more you earn and the more self-confidence you will have.

Read an hour every day in your chosen field. This works out to about one book per week, 50 books per year, and will guarantee your success.

Intellectual capital is the most valuable of all factors of production.

(The Treasury of Quotes by Brian Tracy – America's Leading Business Authority on Success)

---------------------------------------------------------------------------------------------

GREAT MEN are meteors designed to burn so the earth may be lighted. –Napoleon

A SENSE OF ADVENTURE is needed for a life of excellence. – Pat Mesiti

MOTIVATION IS fuelled by cause, driven by vision and implemented by action – Pat Mesiti

MOTIVATION IS a continual process. It is not something that you do once. – Pat Mesiti

OBSTACLES ARE those frightful things you see when you take your eyes off your goal. – Henry Ford

WHEN I WAS YOUNG I observed that nine out of ten things I did were failures, so I did ten times more work. – George Bernard Shaw

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Kata-kata Bijak 1

PERCIKAN PERMENUNGAN*


LEADERSHIPA leader is a dealer in hope –
Napoleon Bonaparte

The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others -
Mahatma Gandhi

Leadership is practiced not so much in words as in attitude and in actions -
Harold Geneen

Leadership is action, not position - Donald H. Mcgannon

You don't have to hold a position in order to be a leader - Anthony J D'Angelo

The task of the leader is to get his people from where they are to where they have not been - Henry Kissinger

A leader or a man of action in a crisis almost always acts subconsciously and then thinks of the reasons for his action - Nehru

The first responsibility of a leader is to define reality. The last is to say thank you. In between, the leader is a servant. – Max DePree

I start with the premise that the function of leadership is to produce more leaders, not more followers - Ralph

How wonderful it is that nobody need wait a single minute before starting to improve the world - Anne Frank

When I was young, I admired clever people. Now that I am old, I admire kind people -
Abraham Joshua Heschel

Life is mostly froth and bubble; Two things stand like stone: - Kindness in another's trouble, Courage in your own - Adam Lindsay Gordon

No act of kindness, however small, is ever wasted – Aesop

The ideas that have lighted my way have been kindness, beauty and truth -
Albert Einstein

Only a life lived for others is worth living - Albert Einstein